Selamat tinggal Pak Lah...Perubahan yang baik di masa anda akan saya ingat...Yang tidak baik tidak payah lah diingat-ingat...Kenapa Tun Che Det Marah Sangat kat Tun Pak Lah?
Entahlah, saya juga tidak tahu jawapan yang sebenar...
Kalau dari cerita-cerita di surat khabar dan media-media yang lainnya, dulu Chedet tidaklah berpuas hati dengan Pak Lah kerana banyak peninggalan-peninggalan Chedet di 'reverse' oleh Pak Lah...Sebut saja jambatan bengkok, landasan berkembar (sekarang sudah berjalan lagi), dan mega-mega yang lainnya...Setahun dua ini pula, Chedet kata Pak Lah adalah punca orang ramai berbondong-bondong menjauhkan diri dari UMNO/BN, dengan tuduhan budak tingkat 4 menguasai Pak Lah, KJ sang menantu, pimpinan yang tidak 'decisive' dan lemah, kronisme terutamanya dengan Patrick 'Badawi' Lim, tidak memberikan ruang dia bercakap di media (sebab itu dia memblog pula), dan seribu satu lagi yang serba tidak kena....
Selain dari sebab-sebab di atas, saya berpendapat Chedet marah ke Pak Lah atas sebab yang lain....Sebab yang tidak dapat kita lihat dengan mata kasar...
Sepertinya Chedet tidak akan berhenti walaupun Pak Lah sudah turun...
KJ sang menantu akan menjadi sasaran seterusnya...Dalam tempoh lebih kurang 5 tahun Pak Lah memerintah Malaysia, mungkin tak banyak perubahan dari segi fizikal yang terjadi di negara kita ini....Tidak ada menara-menara pemecah rekod dunia, yang tertinggi, yang terpanjang, yang terberat dan ter-ter lainnya sepanjang Pak Lah meneraju Malaysia...Tidak ada pula pencapaian yang membanggakan dari segi ekonomi mahupun sahsiah, seperti mana booming sewaktu Chedet menjadi PM dahulu...
Kalaulah ada kad laporan untuk Pak Lah, mungkin Pak Lah dapat markah 'average' sahaja untuk kebanyakan bidang pemerintahan, dengan beberapa yang 'merah' juga...
Tapi kita jangan lupa, ada juga beberapa yang Pak Lah mendapatkan markah 'A-', contohnya dalam kebebasan bersuara...(A minus kerana tidaklah bebas seperti yang diharapkan, tapi ok lah tu...)
Chedet boleh kata atau 'spin' apa pun yang masa dia memerintah, ruang pemikiran dan perbezaan pendapat di Malaysia terbuka seluas-luasnya tanpa ada sebarang sekatan...Hakikatnya semua orang tahu, tidak lah sebegitu...
Lihat semasa pemerintahan Pak Lah, banyak debat-debat dan forum yang diadakan di television dan media-media yang lain, membincangkan banyak hal, terutamanya politik...Walaupun kebanyakannya tidak lah adil mana pun, tetapi masih lebih baik dari dahulu di mana suara-suara yang berseberangan dengan suara pemerintah tidak langsung kedengaran di media massa, kalaupun kedengaran selalu di ambil dalam keadaan 'out of context', dimanipulasi sedemikian rupa sampai lari dari maksud sebenarnya...
Kalau zaman Chedet dahulu, mereka-mereka terutamanya dari pembangkang kalau diibaratkan, tidak langsung dibenarkan masuk ke dalam gelanggang silat untuk menunjukkan kehebatan mereka...Maka waktu itu bersilat lah orang-orang pemerintah sorang-sorang, dialah yang hebat, dialah juara...
Zaman Pak Lah pula, adalah juga orang-orang pembangkang dibenarkan masuk ke dalam gelanggang silat untuk bersilat bersama, walaupun kadang-kadang masuk gelanggang dengan tangan diikat, mata ditutup untuk dibelasah...Yang penting masuk jugak lah kan, sebab kadang-kadang ikat tangan mata pun dapat juga melepaskan penendang sebiji dua...Jadi lah tu (Brother Sheikh vs Shabery Chik being an example)...
Bagi seorang pemimpin di mana pun mereka berada, yang paling penting setelah mereka turun meletakkan jawatan adalah 'legacy' ataupun peninggalan mereka, bagaimana mereka akan diingat dan dicatat dalam sejarah untuk generasi yang mendatang...
Chedet juga tidak terkecuali, setelah bertakhta selama 22 tahun memerintah Malaysia, pastinya dia ingin diingat sebagai seorang yang telah berjasa dalam membangunkan Malaysia dari sebuah negara yang bergantung kepada hasil pertanian dan perlombongan kepada satu 'power house' di rantau ASEAN ini...
Pembangunan yang rancak ini, malangnya tidak dapat lepas dari merosotnya nilai-nilai moral di kalangan orang-orang politik di negara kita, terutamanya yang di pemerintahan...Rasuah besar-besaran dengan taktik moden (commission gila-gilaan, direct negotiation, privatization@skim cepat kaya UMNO etc) mula tumbuh bibit-bibitnya sewaktu Chedet memerintah....Mujur Chedet seorang pemimpin yang 'kuat', maka bibit-bibit kejahatan ini tidak lah bercambah sewaktu pemerintahannya...Chedet selalu kata kat mana-mana interview, yang dia adalah seorang doktor, kalau dia dapati ada kaki atau tangan yang kena 'gangrene' ataupun menjadi 'cancer', dia akan cantas secepat mungkin...
Betul, tapi yang dapat dicantas Chedet hanyalah gangrene atau cancer yang sudah jelas kelihatan....Yang masih diperingkat sel-sel akan tumbuh membesar dengan suburnya sewaktu Pak Lah naik menjadi PM...
Dan itulah yang disayangkan dari Pak Lah...Bagi saya, PM Malaysia selepas Chedet haruslah orang yang lebih 'kuat' dari dia, kuat dalam erti kata tegas dan berani untuk men 'chemotherapy' kan semua sel-sel cancer yang diwarisi dari zaman Chedet...
Sayang seribu kali sayang, mungkin Allah dah jadikan Pak Lah bukanlah orang yang sedemikian rupa...Maka jadilah apa yang telah terjadi sekarang, pemerintah dengan cancer di mana-mana, yang telah ber 'metastasize' ke seluruh batang tubuh negara kita...
Ramai yang menyedari hal ini, dan kesudahannya orang selain dari menuding jari menyalahkan Pak Lah, dengan automatic jari itu akan ditudingkan ke arah Chedet juga sebagai penaung kepada sel-sel cancer ini dahulu....
Jadi tercalarlah legacy Chedet yang sebetulnya 'baik-baik' belaka....
Mungkin itu penyebab kenapa Chedet marah sungguh dengan Pak Lah...Adalah juga sebab-sebab yang lain rasanya, yang tidaklah saya ketahui (line Mukhriz untuk jadi PM juga sekarang sudah kacau, thanks to sang menantu)...
Wallahulam...
Apa-apa pun, dengan turunnya Pak Lah dari kerusi PM, Chedet akan menunaikan janjinya untuk kembali ke UMNO seterusnya ke persada politik Malaysia sekali lagi, walaupun mungkin tidak secara terang-terangan ataupun aktif seperti dahulu....Sama-samalah kita tunggu sama ada satu-satunya peninggalan Pak Lah yang baik untuk Malaysia ini akan dihancurkan juga suatu hari nanti, atau pun tidak...
Selamat tinggal Pak Lah, terima kasih daun keladi kerana menjaga Malaysia dengan agak baik selama 5 tahun....
Dan selamat datang kepada Pak Jib (tak tahulah kalau panggilan manjanya seperti apa nanti), tidak ada honeymoon untuk anda, saya cuma mahu ucapkan selamat bekerja, jangan kejam ke atas rakyat marhaen dan jangan juga lupa bersihkan nama anda! =)
Malaysia memang arogan. Bagaimana seorang yang baru kenal internet telah memposting Lagu Indonesia Raya dengan gubahan yang menyayat hati. Hai, Bung!!! Bangsa Indonesia merdeka dengan tumpahan darah dan air mata. Dengan jiwa dan raga. Kami bisa marah membabi buta jika hal itu dihina.
Ini berbeda dengan Malaysia. Malaysia memperoleh kemerdekaan karena pemberian dari penjajah Inggris. Ya pemberian dari penjajah Inggris. Jadi wajar kalo tidak tahu arti dari perjuangan.
Bahkan lagu kebangsaan Malaysia - Negaraku adalah lagu milik Indonesia yang berjudul Terang Bulan. Malaysia hanya merubah syairnya saja. Sungguh biadab dari awalnya.
Hai, Bung... layaknya Malaysia jadi provinsi baru saja buat Indonesia. Agar apa yang dimiliki Indonesia bisa anda klaim milik anda juga. OK!!! Solusi yang mudah.. Toh kemerdekaan Malaysia hasil dari pemberian tanpa perjuangan. YUK, Gabung dengan Bangsa Indonesia...
HIDUP INDONESIA!!! MERDEKA!!!